Sejarah Rutan

A. SEJARAH SINGKAT

Rumah Tahanan Negara Klas I Tangerang di resmikan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No : M.05.PR.07.03 TAHUN 2007 tgl 23 Februari 2007 tentang pembentukanRumahTahanan Negara Klas I Cipinang dan Tangerang, Rumah Tahanan Negara Klas IIA Batam, dan Rumah Tahanan Negara Klas IIB Batang, Landak, Bengkayang, dan Unaha.

Walaupun demikian Rumah Tahanan Negara Klas I Tangerang ini pembangunannya dimulai pada tahun 2006 diatas tanah milik Pemda Tangerang dengan status pinjam pakai yang berdasarkan Peraturan Bersama Bupati Tangerang dan Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Banten Nomor : 37 Tahun 2006 dan Nomor : W29.PL.01.01-370 Tentang Pinjam Pakai Tanah Milik Pemerintah Kabupaten Tangerang oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk pembangunan Rumah Tahanan Negara.

B. VISI, MISI, DAN TUJUAN

Visi :

Memulihkan kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai individu, anggota masyarakat, dan mahluk Tuhan Yang Maha Esa.

Misi :

Melaksanakan perawatan tahanan, pembinaan dan pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan dalam kerangka penegakkan hukum, pencegahan, dan penanggulangan kejahatan serta pemajuan dan perlindungan Hak Asasi Manusia.

Tujuan :

Membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh masyarakat dan berperan aktif dalam pembangunan.

Memberi jaminan perlindungan Hak Asasi Tahanan dalam rangka memperlancar proses penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan.

C. SASARAN

1. Pelaksanaan

  1. Kualitas Ketakwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Kualitas Intelektual,
  3. Kualitas Sikap dan Perilaku,
  4. Kualitas Profesionalisme, Keterampilan, serta
  5. Kualitas Kesehatan Jasmani dan Rohani.

2. Pembinaan

  1. Isi lebih rendah dari kapasitas,
  2. Menurunkan angka pelarian dan gangguan kamtib,
  3. Meningkatkan secara bertahap jumlah Napi yang bebas sebelum waktunya melalui proses asimilasi dan integrasi,
  4. Semakin menurunnya angka residivis,
  5. Prosentase kematian dan sakit sama dengan prosentase yang ada di masyarakat,
  6. Biaya perawatan sama dengan kebutuhan minimal manusia pada umumnya,
  7. RUTAN dalam keadaan bersih dan terpelihara,
  8. Semakin terwujudnya lingkungan pembinaan yang menggambarkan proyeksi nilai-nilai masyarakat dan semakin berkurangnya

D. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kehakiman R.I. No. M. 04. PR. 07. 03. Tahun 1985 tentang Organisasi dan Tata Kerja RUTAN dan RUPBASAN; bahwa RUTAN mempunyai tugas melaksanakan perawatan terhadap tersangka atau terdakwa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan untuk menyelenggarakan tugas tersebut, RUTAN mempunyai fungsi untuk melakukan pelayanan tahanan, pemeliharaan keamanan dan ketertiban RUTAN, pengelolaan RUTAN, dan urusan tata usaha RUTAN.